[ CERPEN] “Ssssstt.. This is my SECRET” (`▽´)-σ PART 1

TITLE         : “Sssssttt.. This is my SECRET”

AUTHOR    : Lorie Lidiwna Panjaitan, [ @lorielf_clouds : Twitter ], [ lorie Lidwina Panjaitan : fb ] ♡

Gambar

 

             Tangan yang masih berlumuran darah menempel menutup wajahku yang berlinang air mata. Teriakan teriakan kencang mulai terdengar dari rumah biru itu. Ingin rasanya berteriak dan berlari di tengah malam yang dingin ini. Dinginnya malam seakan mampu membuat tubuhku membeku tak berkutik bahkan hanya untuk bernafas saja terasa sulit. Bayangan bayangan tragedy itu selalu saja menghantui pikiranku sehingga untuk duduk pun aku tidak sanggup. “Vegaa..vegaaa” teriak seseorang dari belakang tubuhku,dan sewaktu ingin menoleh “braaaakkk” aku terjatuh pingsan.

…Lorielf_clouds…

                “aawww..” kepalaku terasa sakit saat aku mencoba untuk duduk dikasur empuk yang ku tiduri itu. “Bipo..??” panggilku saat melihat seorang lelaki berkulit putih yang tidur di sofa kamar itu. Bipo adalah sahabt kecilku.“Vegaa..kamu udah bangun..??” Tanya Bipo setengah sadar. Dengan mata setengah terbuka, Bipo menghampiriku dan duduk di tepi tempat tidur. Sejenak dia seperti mengumpulkan nyawa dan tenaga agar bisa membuka matanya yang sipit itu. “ga..ini masih jam 3 pagi, kamu gak ngantuk..??” tanyanya sambil mengucek matanya. “aku dimana Bip..??” tanyaku balik. “Tenang-tenang kamu ada di rumah aku, kamunya tadi pingsan di depan rumah Rio, makanya aku bawa ke sini, ga enak bawa kedalam rumah yang sedang berkabung..” katanya pelan. “terus..?kamu..??” tanyaku sambil mengerutkan alis saat melihat bajuku yang telah berganti menjadi baju tidur putih berlengan panjang. “astaga Ga, bukan aku yang gantiin baju kamu, pembantu yang gantiin, itu baju tidur dia, soalnya baju kamu banyak darahnya ga….aku..” “gimana Rio..??” potongku. “Rio..eeh..emm..aku ceritanya besok aja ya Ga”  “..Rio…” akupun mulai menangis. “sabar ya Ga..ini bukan salah kamu kok” kata Bipo sambil mengelus rambutku. “Bipo..aku merasa bersalah sama Rio, coba kalau aku ngikutin apa yang dia bilang, ga bakalan gini kejadiannya..” tangisanku semakin kencang. “vega..kamu ga boleh ngomong kayak gitu, kamu istirahat dulu ya..nanti kamu tambah sakit loh…” akupun mengangguk pelan. Rasa sakit dikepala dan air mata yang terus mengalir membuatku sangat mengantuk dan akupun tertidur.

…Lorielf_clouds…

                “I’m still alive.. I’m still alive…” lagu still alive-nya Big Bang yang menjadi nada deringku itu membuatku terbangun dari tidurku. “mama..” kataku saat melihat nama yang terpampang di layar handphone ku. Aku memilih tak menjawab panggilan itu dan bergegas mencari Bipo yang hilang entah kemana. Udah Jam 9 pagi dan Bipo enggak ada di rumahnya. “Bip..Bipo..!!kamu dimana..?” teriakku sambil menuruni anak tangga rumah Bipo. Rumah yang sangat luas itu membuatku bingung aku harus melangkah kemana. “rumah ini beda banget sama rumah Bipo saat kami kecil dulu, jauh lebih luas dan terasa kosong” gumamku.Karena merasa masih pusing akupun memilih duduk disofa ruang tengah itu. Mataku terpaku pada foto-foto berhiaskan figura indah yang terpampang di meja hias ruang tamu Bipo. Karena penasaran dengan kehidupan Bipo yang selalu dirahasiakannya kakikupun membawaku menjelajahi foto masa kecil Bipo.“ini pasti Bipo..” gumamku sambil tersenyum. “ Bipo duduk manis didampingi Tante Virna dan Om Bayu orang tua Bipo. Dan ada foto kecil yang sangat buram, namun masih di pajang di atas meja hias rumah Bipo. ‘foto ini udah kusam dan sedikit kabur, kenapa masih di pajang ya..” tanyaku sambil memandangi foto 2 orang anak kecil yang mirip Bipo namun satu lagi juga serasa tak asing bagiku. “hm..ini siapa ya..??kayak kenal deh..” gumamku.

 “jangan bilang kamu naksir aku..” kejut Bipo dan mengambil foto dari tanganku seakan seolah melarangku menatap foto itu lebih lama. “Eh kamu Bip, kemana aja ..??” kataku gugup sambil mengalihkan pembicaraan “menurut kamu..??” katanya sambil memperlihatkan badannya yang dipenuhi keringat “ya ampun..aku lupa..kamu pasti habis olahraga ya..?keringetan gini..” potongku. “aku pulang aja ya Bip, takut orang rumah udah pada nungguin..” kataku sambil berjalan menuju pintu. “aku antar ya Ga..kamu kan masih pusing” “gak usah Bip, aku udah mendingan kok, lagian aku udah telfon taxi” jawabku sambil tersenyum singkat. “ttiiinn..tiiiiinn..” “tuh taxinya udah dateng.aku pulang ya Bip, makasih untuk semuanya..” kataku sambil mengelus lengan  kanannya. “Vega..” katanya menghentikan langkahku. Dia pun memelukku untuk beberapa saat. “Vega, kamu yang sabar yah..kamu tau kan aku akan selalu ada di samping kamu.” Bisiknya pelan.aku[un mengangguk seakan meng-iyakan kata-kata Bipo, “bye..” kataku singkat  sambil melepaskan pelukannya. Aku berjalan menuju taxi dan melambaikan tangan kepada Bipo sebelum taxi biru itu membawaku pergi.

…Lorielf_clouds…

“aaaaaaaaaaaaa..aaaaaa” braaaakk.. aku berteriak sekencang mungkin dan menghancurkan apa saja yang ada di kamarku. Kaca,buku,tempat tidur hancur sudah oleh amarahku. “neeengg..nengg…sabar neng” kata mbok atik berlari dan menghentikan perbuatanku. “ngga mbok..enggaaaaa..mingggiiiirrr..!!” kataku sambil menghempaskan tangan mbok yang mencoba memegangi  tanganku.Mbok atik pun berlari keluar kamarku entah kemana. Dengan berlinang air mata kutatap Foto Rio yang tepampang di dinding kamarku, Rio tersenyum dengan menggunakan Kemeja putih merangkulku yang duduk manis di sofa putih studio photo itu. Sungguh foto yang sangat bagus bila dilihat dari sisi manapun.Dia adalah seorang yatim piatu yang sekarang telah mempunyai orang tua angkat yang sangat baik padanya. Dia  telah berpacaran selama 3 tahun denganku, itu semenjak Bipo pergi ke Australia, seakan Rio adalah pengganti Bipo yang selama ini menjagaku. Dan sekarang Rio telah tiada persis setelah Bipo kembali ke Indonesia, sungguh suatu kebetulan yang aneh. Senyuma Rio di foto itu membuatku lupa tentang  kesalahan kesalahan Rio sebelumnya.. “arrrggghhh..” erangku lagi, akupun terduduk lemas di lantai tempat tidurku, kepalaku kuletakkan diatas lututku yang ditopang oleh tanganku.Hampir setengah jam aku melakukan posisi itu, hingga akhirnya… “Vegaa..vegaaa..” suara Bipo terdengar mengguncang badanku. “Bipo..kamu kenapa ke sini..??” tanyaku serak. Bipo langsung memelukku dalam posisi duduk, aku yang tidak membalas pelukan Bipo hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa suara. Bipo adalah satu-satunya sahabat  yang sangat mengerti aku, dalam kondisi apapun, dia adalah seseorang yang selalu memilihku walau aku menjadi seorang setan sekalipun. 

“mbok atik tadi nelfon aku, katanya kamu berontak dikamar..aku takut kamu kenapa-kenapa makanya aku kesini..kamu ga papa kan..??kamu ga luka kan..??” Tanya Bipo sambil memeriksa bagian tubuhku. “Bipo, aku ga apa-apa..aku..” “gapapa gimana..lihat ini tangan kamu berdarah..lihat kaki kamu, ini itu kaca Vega..” marah Bipo sambil berlari mengamil p3k dari laci meja belajarku. Aku ga sadar karena ulahku sendiri membuatku terluka.Muka marah itu, muka khawatir itu bukan yang pertama yang aku lihat, itulah Bipo, setetes darahpun tidak akan dia biarkan mengalir dari tubuhku. “Vega..sampai kapan sih kamu bakal kayak gini..??kamu itu ga salah Vega..Rio itu yang..” “aku yang salah Bip..aku yag salah..aku ga tau bakal kayak gini Bip,sumpah aku ga bermaksud. “Vega..Rio itu yang terlalu overprotective Rio itu Sakit Ga..dia itu…” tahan Bipo sambil merekatkan perban ke tangan dan kakiku. “kamu tau udah 3 tahun dia pacaran sama kamu.apa kamu pernah seneng..?apa kamu pernah senyum..??bulshiiitt semua..yang kamu tunjukin ke aku Cuma senyum palsu..” erang Bipo.

“aku itu temen kamu sejak kecil Ga, walau kita pernah pisah 3 tahun, aku tau sifat kamu saat tertekan, aku tau kamu gimana..kamu tutupin pakai tembok setebel apapun aku bakal tau Vega..” Bipo mulai berdiri dan memegang jendela kamarku menatap kosong keluar jendela, telapak tangannya yang menggenggam kuat jendela kamarku menunjukkan bahwa ia memang sangat marah. “aku seneng kamu marah sama aku Bip..” kataku. “what..??” Tanya Bipo berbalik memandangku . “kamu tau..selama ini kamu selalu bela aku, aku salahpun kamu tetep bela aku, sekarang aku kayak liat kamu yang baru, lebih baik..lebih ngoreksi aku..ini Bipo yang ku tunggu tunggu..” “ini gak saatnya bahas aku Ga, ini tentang kamu..” potong Bipo. “kamu salah Bip, kamu tau.., kamu belum ngenal aku seutuhnya..ada hal-hal yang kamu gak tau tapi  aku selalu berharap kamu tau..” Bipo memandangku penasaran. “aku..aku…..”gagapku. “kamu kenapa ga..?? Tanya Bipo menoleh ke arahku. “akuu..aku” gagapku diiringin dengan suara gendang dari dalam perutku “aku laper Bip..” kataku malu . Bipo tersenyum hampi tertawa, “bilang laper aja pake lama Ga, yaudah kita makan dulu yuk..” kata Bipo seakan melupakan pembicaraan kami barusan.

…Lorielf_clouds…

                Mobil putih Bipo pun parkir di depan restoran kecil favorit kami berdua. “kok bengong..ayo masuk..” kata Bipo menggandeng tanganku. “Eleh..eleh mas Bipo, neng Vega, udah lama ga dateng ke sini..” kata mang Krisno menghentikan langkah kami. Mang krisno adalah orang asli sunda yang menjadi  pelayan tetap restoran ini dan orang yang mengenal kami sebagai pelanggan tetap restoran ini. “iya nih mang, lagi sibuk sibuknya kuliah, ini Bipo juga baru aja nyampe dari Australia mang” jawabku. “ooh begitu, udah tinggi yah  mas Bipo nya..yaudah atuh neng, sok  atuh masuk..pasti udah pada laper ya..” lanjutnya dengan logat sunda yang sangat kental itu.

Susana restoran ini belum berubah, meja yang mempunyai dua kursi di pojok restoran itu masih tetap dengan posisinya. “Bipo, duduk di situ yuk..” ajakku. Bipo tersenyum sewaktu melihat meja yang menjadi tempat favorit kami sewaktu duduk di bangku SMP. Sayang semenjak SMA Bipo memilih pindah ke Australia tempat ibunya tinggal, maklum Bipo lahir di keluarga Broken Home , ayahnya tetap stay di Indonesia sedangkan Mamanya yang kewarganegaraan China memilih bekerja  ke Australia tempatnya bekerja. Sampai sekarang belum jelas mereka bercerai atau tidak, namun mereka sudah pisah tempat tinggal, dan lagi-lagi Bipo tidak mau membicarakan hal ini denganku. Banyak hal-hal yang Bipo tau tentang hidupku namun berbeda denganku, aku hanya mengenal Bipo bukan dengan keluarganya.

                “mau pesen apa Ga..??” Tanya Bipo memecahkan lamunanku. “apa aja deh Bip, tapi yang pake nasi ya, laper banget ini soalnya..” kata kusedikit  manja. “yaudah deh..aku pesen dulu ya..” katanya sambil berlalu. 5 menit berselang Bipo lari kearahku.. “Vega…makannya di rumah sakit aja ya Ga, Rio udah sadar dari koma Ga..kita harus ke sana..” kata Bipo mengagetkanku. “Rio..Rioo kamu bilang Rio..” belum sempat aku berkata kata Bipo langsung menarikku dan langsung melaju ke Rumah sakit. “Rio belum meninggal..??baukannya kemarin aku sama Bipo yang nganterin jenazahnya Rio kerumahnya..?? apa sebenarnya yang di sembunyikan Bipo dari aku..??ada apa ini..??” batinku sambil memandangi Bipo yang sedang menyetir penuh dengan keheranan.

T    B   C

[ To Be Continue ] 

…Lorielf_clouds…

Kamu suka dengan Cerpen ini..??

Ikutin kelanjutannya di Blog Berikutnya, buat yang ingin Tanya Tanya tentang cerpennya comment blog ini atau follow my twitter @lorielf_clouds ^^ kamsahamnida..😀

2 thoughts on “[ CERPEN] “Ssssstt.. This is my SECRET” (`▽´)-σ PART 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s